|
Racana Diponegoro = Dinamika Kehidupan |
|
|
|
|
Written by Radip
|
|
Monday, 05 December 2011 16:34 |
|
Oleh PANDEGA DEWANDARU (Afriyan Ramayanto/Pemangku Adat 2011)
Dalam dinamika kehidupan setiap orang pernah mengalami tekanan dan kesulitan. Pada dasarnya "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa sesorang untuk tumbuh".Hidup tidak lepas dari berbagai tekanan, menyuguhkan beragam risiko dan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan. Jika direnungkan lebih jauh, tekanan disadari dapat membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana seseorang bereaksi terhadap suatu masalah.
Berdasarkan reaksi yang dilakukan menghadapi berbagai tekanan, dapat diketahui tipe karakter seseorang.
Tipe pertama, tipe kayu rapuh dalam hal ini sedikit tekanan saja, bisa membuat orang ini patah arang. Seseorang dengan tipe ini kesehariannya kelihatan bagus. Tetapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini mudah sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Ketika kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan.
|
|
Last Updated on Monday, 05 December 2011 16:42 |
|
Read more...
|
|
|
Mengembangkan budaya membaca dan menulis di Racana DIponegoro |
|
|
|
|
Written by Radip
|
|
Tuesday, 26 July 2011 16:57 |
|
Oleh : Fatah Abdillah (Litbang 2009)
Membaca dan menulis merupakan sebuah aktifitas yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan seseorang. Dengan membaca sebetulnya kita sedang menggali ide-ide orang lain untuk dikembangkan menjadi ide baru milik kita sendiri. Tentunya tetap dengan kaidah etika penulisan yang benar. Sedangkan aktifitas menulis adalah bentuk pengungkapan ide-ide pada diri kita untuk dapat dikritisi dan ditanggapi sehingga ide tersebut dapat disempurnakan baik oleh diri kita ataupun orang lain. Sehingga dengan membaca dan menulis maka dengan sendirinya pengetahuan dan ketrampilan untuk menggali dan mengungkapkan ide akan bertambah.
Selain bermanfaat untuk diri sendiri, aktifitas ini sebenarnya sangatlah bermanfaat dalam menggali ataupun meningkatkan kemajuan dalam Racana DIponegoro. Hal itu karena banyaknya ide ataupun masukan dari Anggota Racana Diponegoro hanya berakhir di rapat dan diskusi tanpa adanya tindak lanjut yang jelas. Dengan menulis paling tidak seseorang dapat mengungkapkan ide-idenya secara lebih luas dan lama. Maksudnya ide tersebut akan mudah tersebar dan lebih lama beredar karena tidak berakhir dalam diskusi ataupun rapat yang hanya berlangsung beberapa jam. Dengan membaca maka seseorang tidak akan ketinggalan informasi up to date mengenai perkembangan pembinaan karakter ataupun kepramukaan untuk ditransformasikan ke dalam diri Racana Diponegoro. Penulis melihat perkembangan pembinaan Racana DIponegoro dilihat dari sisi polbinbangnya tidak banyak berubah. Polbinbang cenderung stagnan karena pelakunya tidak banyak yang membaca dan mengulasnya dalam tulisan. Mereka cenderung memendam pemahamannya untuk dirinya sendiri tidak membaginya agar berkembang menjadi lebih baik.
|
|
Last Updated on Tuesday, 26 July 2011 16:59 |
|
Read more...
|
|
Pramuka tidak hanya Skill namun juga Jiwa Pentingnya Integrasi bagi Mahasiswa |
|
|
|
|
Written by Radip
|
|
Tuesday, 26 July 2011 16:54 |
|
Oleh : Pandega Sonokeling (Imam Purnama Sidi / Ketua Dewan Racana Diponegoro 2010)
Mahasiswa berintegrasi dengan masyarakat
Penduduk kampus (Perguruan Tinggi) adalah didominasi oleh mahasiswa. Tantangan masahasiswa untuk selalu terjun ke masyrakat selalu terngiang dalam telinga. Mempelajari ilmu sesuai dengan disiplin ilmu. Berbagai pembelajaran, motivasi, serta pembinaan dari Dosen. Berbagai tipe mahasiswa pun juga menghiasi dunia kemahasiswaan. Memilih berada di dekat buku, rumah, dan tugas, hingga ada yang memilih mengepalkan tangan dan berteriak di jalanan. Menuntut suatu kepada para pemimpin. Hingga terkadang berujung pada perusakan sarana dan prasarana umum. Pelontaran kata-kata yang tidak harus dilontarkan pun keluar dari mulut. Yang merasa lebih tua pun juga tidak mau kalah, hingga membalas omongan atau bahkan tindakan.
Memang hal tersebut tidak boleh kita samaratakan atara kelompok demonstran satu dengan yang lain, namun hal tersebut sangat perlu kita pelajari. Di satu sisi sebagian orang masih berusaha memutar otak dan memeras keringat untuk membantu masyrakat menengah ke bawah. Bersama dengan msyarakat, merasakan kehidupan yang mungkin belum bisasa kita rasakan.
Perlu kita ketahui bersama, ketika kita bersua dengan masyarakat, hal-hal yang dipertanyakan oleh mereka adalah hal-hal yang dasar. Sebagai contoh Petani, mereka bertanya, bagaimana cara mencegah hama di sawah? Bagaimana cara ikan biar cepat besar? Bagaimana caranya menyampakan aspirasi kami para petani? Bagaimana caranya kami menyampaikannya ke Pemerintah? Serta pertanyaan-pertanyaan lain yang terkadang sering tidak kita duga.
Sebagai mahasiswa, tentunya kita harus berusaha untuk membantu. Jangan berdalih itu bukan bidang saya, itu bukan kemampuan saya. Karena masyarakat tidak mau tahu, setahu mereka mahasiswa adalah mahluk intelektual dan mampu segalanya. Untuk itu kita harus pandai mengaturnya. Menghadapi masyarakat adalah menghadapi berbagai karakter orang, dan berbagai pemikiran. Jangan mengharap pemikiran mereka semua sepadan dengan kita. Tidak semua masyarakat mengerti dengan bahasa-bahasa yang biasa kita pakai di dunia mahasiswa.
|
|
Read more...
|
|
Eksistensi Pramuka Saat ini, Sebuah Catatan Kritis |
|
|
|
|
Written by Radip
|
|
Monday, 15 December 2008 00:00 |
|
Oleh. Dzunuwanus Ghulam Manar
Purnacisya dan Pembina Racana Diponegoro
Tulisan ini sepenuhnya adalah opini pribadi, saran dan kritik silakan layangkan melalui
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Pramuka Saat Ini
Dalam perkembangannya sampai dengan saat ini Pramuka memiliki jumlah anggota terbesar bahkan jika dilihat dari prosentase keanggotaan World Scout Organization Movement (WOSM). Artinya di antara negara-negara WOSM, Indonesia memiliki jumlah anggota terbesar. Mestinya kita harus bangga dengan hal ini tapi kenyataan berkata lain.
Sejak menjadi anggota, Indonesia sering terkena masalah iuran anggota. Jumlah anggota yang terbesar tidak diikuti dengan kontribusi iuran yang signifikan, malah kadang kwartir nasional meminta penurunan iuran. Sebuah hal yang memalukan. Inilah yang tidak benar tapi lumrah dalam keseharian. Sebuah kebanggaan menuntut prestasi dan upaya. Kita bangga dengan jumlah yang terbesar, tapi iurannya kecil, tidak sepadan. Sudahkah kita berpartisipasi dalam membayar iuran ?
Sudah seharusnya Gerakan Pramuka secara ksatria mengakui bahwa anggota kami tidak sebanyak itu kok...wong yang bayar iuran itu sedikit. Tapi oke lah, biar itu jadi PR kwarnas, bagi kita ya introspeksi. Sudahkah kita berpartisipasi ?
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|